Saturday, November 27, 2010

Generasi Al-muzammil

Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan dari Ummul Mukmin Aisyah ra bahwa Allah telah mewajibkan qiyamullail kepada Rasulullah Saw. di awal surat ini. Beliau dan para sahabat telah menegakkannya di sebagian malam sehingga kaki-kaki mereka bengkak. Setelah genap dua belas bulan, Allah memberikan keringanan dengan diturunkannya ayat kedua puluh dari surat ini pula. Maka berubahlah hukum qiyamu lail yang tadinya wajib menjadi satu ibadah yang sunnah.

Surat Al Muzammil turun pada marhalah binaan. Marhalah penggemblengan ruh. Para sahabat merupakan calon dai dan mujahid digembleng dengan gemblengan yang berat. Selama satu tahun mereka harus bangun di tiap tengah malam untuk berdiri shalat berjam-jam. Mereka dituntut untuk taat, tunduk, patuh dan berpegang teguh pada perintah Allah dan Rasul-Nya.

Kewajipan qiyamullail bukanlah sekadar berdiri sholat berjam-jam lamanya. Tetapi ia merupakan tarbiyah imaniyah. Yakni, tarbiyah untuk selalu berhubungan dengan Yang Maha Pencipta, untuk bermunajat ke pada-Nya. Ia merupakan wasilah untuk mendekatkan diri, berdzikir dan bertawakkal kepada-Nya.

"Sebutlah nama Rabb-mu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketaatan, (Dialah) Rabb masyriq dan maghrib, tiada Illah melainkan Dia. Maka ambillah Dia sebagai pelindung" (QS. Al Muzammil: 8-9)

Sungguh!! Berdzikir kepada Allah taat, tunduk dan patuh kepada-Nya, bertawakkal dan beribadah hanya kepada-Nya, merupakan senjata yang ampuh di medan dakwah yang penuh dengan rintangan dan cubaan. Semuanya akan menjadikan para calon du’at dan mujahid terbiasa untuk bersabar atas cubaan yang datang secara berterusan. Mereka akan terbiasa menanggung derita dan istiqamah dalam mempertahankan haq. Ini semua merupakan satu satunya senjata pada marhalah bina’. Marhalah yang belum diizinkan untuk menghadapi kaum kafir secara langsung.

"Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik" (QS. Al-Muzammil : 10).

Sungguh seorang daie atau mujahid yang diatas pundaknya terbebankan panji-panji dakwah, pasti akan mendapati cubaan, siksaan dan intimidasi, dan tentu sangat memerlukan senjata untuk mengukuhkan mereka.

Senjata yang meneguhkan hati dan jiwa mereka. Mereka hanya akan mendapatkannya jika dalam marhalah bina’ mereka telah digembleng dengan gemblengan Al Muzammil. Dan harakah islamiyah jika tidak menggembleng generasinya dengan gemblengan Al-Muzammil, mereka akan berjatuhan di tengah jalan ketika mereka dihadapkan pada cubaan dan intimidasi.

Generasi Al Muzammil harus dibina dibawah konsep Qurani. Dan tidaklah cukup jikalau Al Quran hanya dijadikan sebagai pusat dan sumber intelektualiti belaka. Tetapi Al Quran harus dihafal. Khusus bagi mereka yang masih berumur muda.

Perlu diingat makna qiyamul lail tidak akan pernah menjadi realisasi selama calon daie atau mujahid tidak hafal ayat-ayat Al Quran kecuali beberapa ayat saja. Bagaimana ia akan merasakan nikmatnya bermunajat, sedangkan ia hanya hafal beberapa ayat dari Al Quran dan diulangnya tiap rakaat sholatnya? Bagaimana ia akan merasa khusyuk? Sungguh !! betapa nikmat, tatkala kaki berdiri tegak untuk memulai munajat, hati tergerak disinari ayat-ayat Ilahi, yang kemudian dibiaskan ke dalam penglihatan, pendengaran, jiwa dan kehidupan.

Penghasilan generasi Al Muzammil yang mantap adalah sesuatu yang amat penting untuk kesinambungan dakwah. Generasi pemuda yang memiliki sebahagian Al Quran di dadanya amat-amat diperlukan untuk memimpin arus harakah Islamiyyah dalam era moden ini, yang penuh dengan kegelapan yang memerlukan kekuatan rohaniyyah para duat untuk menjulang risalah Allah.

Inilah yang akan menjadi bekal mereka, yakni Al-Quran. Dengan bekal ini, mereka akan bisa meneguk nikmatnya bermunajat, qiyamul lail dan bertaqorrub kepada-Nya.

Inilah potret generasi Al Muzammil, seorang pemuda yang telah melalui hari-harinya dengan kecintaan pada ibadah, ketaatan , dan taqorrub kepada-Nyaa. Pemuda yang selalu bertilawah dengan tartil, yang setiap malam air mata mengucur deras dari pelupuk matanya. Mentadabburi ayat-ayat-Nya. Pemuda yang Al Quran terukir di hati dan fikirannya.

Hadiah khas kepada semua ahli JF yang sedang berada diposisi perjuangan masing-masing

1 comments:

SEmaLu berDuRi November 27, 2010 at 7:29 AM  

Salam alaiki

perkongsian yang hebat disini. Teruskan usahamu. Moga ganjaran kekal menanti dan moga-moga urusanmu dipermudahkan-Nya

jemput ziarah lagi ke semaluberduri

ukhuwah indah kerana Dia.

insya-Allah (",)

Senarai Kitab-Kitab

1.Nasihat Agama Dan Wasiat Iman - Imam Habib Abdullah Alwi Al-Haddad dan diterjemahkan oleh Syed Ahmad Semait.

2.Dakwah Yang Sempurna Dan Peringatan Yang Utama - Imam Habib Abdullah Alwi Al-Hadad dan diterjemahkan oleh Syed Ahmad Semait.

3.Petunjuk Thariqat Ke Jalan Akhirat - Imam Al-Haddad diterjemahkan oleh Syed Ahmad Semait.

4.Peringatan Tentang Umur Insan - Imam Al-Haddad diterjemahkan oleh Syed Ahmad Semait.

5.Petunjuk Jalan Thariqat” - Imam Al Haddad dan diterjemahkan oleh Syed Ahmad Semait.

6.Ar-Risalah karya Imam al-Qusyairi

7.Az Zubad karya tulis Syeikh Ibnu Ruslan

8.Al Minhaaj karya tulis Imam Nawawi

9.Awarifu al-Ma’arif karya tulis Imam al-Saharwurdi

10.Iljamul 'awam oleh AL Imam Ghazali.

11.Irsyadul Anam Fi Tarjamati Arkanil Islam oleh Al Habib Usman bin Abdullah bin ‘Aqil bin Yahya Al Alawi Al Husaini.

12.Keutamaan Keluarga Rasulullah saw oleh K.H Abdullah bin Nuh

13.Perhiasan Bagus oleh Al Habib Usman bin Abdullah bin ‘Aqil bin Yahya Al Alawi Al Husaini.

14.Thariqah Bani Alawi oleh Habib Novel bin Muhammad Al Idrus.

15.Riyaadhus Shaalihiin karya Imam Muhyiddin Abu Zakaria an-Nawawi.

16.Jalan Nan Lurus : Sekilas Pandang Tarekat Bani 'Alawi oleh Ustaz Novel @ Naufal bin Muhammad al-'Aydru.



Sajak Pemilik Diri

Ya Tuhan pemilik kekuasaan
Memberi kekuasaan menganugerah kejayaan
Memuliakan hamba dengan keimanan
Di tanganMu segala kebaikan dan kekayaan

Engkau menabir siang dan malam
Menerbitkan yang hidup dari yang mati
Kembangkan Lembayung rahmatMu
Kepada kami insan yang memerlukan

Ya Tuhan tautkan hati kami dengan kemanisan iman
Kekalkan kemesraan dalam kehidupan
Jalinkan ukhuwah sesama insan
Lapangkan hati kami dengan limpah keyakinan

Ya Tuhan dengarlah rintihan hambaMu
Berserah jiwa dan raga untukMu
Demi agama, bangsa dan UmatMu
Kuatkan, tabahkan hati menyanjung syariatMu


Mujahid Setia

Bangkitlah mujahid bangkitlah

Rapatkan barisan rapatkan

Hayunkanlah langkah perjuangan

Mati syahid atau hidup mulia



Siapkan dirimu siapkan

Gentarkan musuhmu gentarkan

Takkan pernah usai pertarungan

Hingga ajalkan menjelang



Henyakkan rasa takut dan gentar

Walau ragakan meregang nyawa

Kerna Allah telah janjikan syurga

Untukmu MUJAHID SETIA

  © Blogger templates 'Neuronic' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP