Saturday, March 13, 2010

..:: Mengenal Tarbiah Dari ALLAH S.W.T ::..

Cukup halus tatkala menghayati seni tarbiyah Allah swt yang sebenar. Dan sebaik-baik tarbiyah Allah adalah dengan Ujian dan musibah. Kaifiyat tarbiyah Allah bilamana diteliti kehalusannya akan menimbulkan keinsafan dalam diri. Maka lahirlah pula pelbagai sifat-sifat mahmudah. Inilah Tarbiyah Allah s.w.t. TarbiyahNYA menyemarakkan iman seseorang. Hatinya yang lalai menjadi lebih dekat dan rindu pada Allah swt. Apabila akal menjadi ukuran penilaian kaifiyat tarbiyah Allah, sudah pastilah seseorang itu merasa dirinya tidak berguna, kecewa dan tidak redho dengan ujian yang menimpa. Maka lahirlah sifat-sifat mazmumah dalam hati lantaran buruk sangkanya pada tarbiyah Allah swt.

Berbeza pula apabila iman menjadi kayu ukur bagi kaifiyat tarbiyah ini. Dalam buku “al-Hikam” karangan ibn Ata’illah as-sakandari, beliau mengibaratkan ujian itu suatu nikmat yang tersembunyi atau ditangguhkan. Hanya dapat diperolehi dengan bersangka baik pada Allah swt iaitu Husnodzon. Dan orang yang paling husnodzon adalah Rasulullah saw, qudwatun hasanah sepanjang zaman. MasyaAllah..!!


Tarbiyah Allah swt memerlukann penghayatan yang tinggi. Penghayatan iman yang mantap mampu mendorong seseorang itu lebih akrab dengan tuhannya. Mengimbas sejarah islam bagaimana Rasulullah saw di uji menjadi anak yatim piatu di waktu kecil usianya. Baginda tidak pernah merasa kasih sayang seorang ayah. Banyak lagi ujian-ujian yang baginda terpaksa lalui khususnya dalam penyebaran dakwah baginda. Bermula dakwah secara sir sehinggalah dakwah baginda secara terbuka. Namun ujian itulah yang mentarbiyahkan Rasulullah saw menjadi seorang yang cekal, sabar dan tabah sebagai seorang hamba Allah yang unggul peribadinya.


Setiap kehidupan itu pastinya akan berteman dengan ujian. Samada ujian kebaikan atau sebaliknya. Sekalipun kita melihat orang kaya yang banyak hartanya, bahagia hidupnya, tetapi dalam bahagia itu dirinya menjadi perhatian Allah dan manusia. Allah mengujinya samada bersyukur atau kufur pada RahmatNYA. Hakikatnya manusia kala ini terlalu ramai yang tewas dengan nafsunya. Nafsu yang terlalu dimanja-manja dengan wang ringgit dan segala macam kemewahan, pangkat, darjat dan kecantikan selalunya menjadikan si pemiliknya lupa diri, bongkak, ujub dan segala macam lagi sifat-sifat mazmumah yang bersarang dihati.

Akan tetapi, nafsu menjadi lemah tikamana kesusahan itu yang menjadi santapannya. Ramai manusia apabila ditimpa dengan musibah dan ujian, hatinya lebih lembut untuk menerima hidayah Allah. Sirah perjuangan nabi Muhammad di Mekah menjadi buktinya. Ramai di kalangan masyarakat arab ketika itu yang menerima islam di awal penyebarannya terdiri di kalangan orang yang faqir miskin, hamba abdi dan kaum perempuan yang dianiaya. Di sinilah letaknya hikmatnya Allah menguji hambaNya dengan kesusahan dan kepayahan hidup. Bersabda Nabi saw : "Sesungghnya Allah suka pada tiap hati yg selalu berdukacita". Abu Ali addaqqad berkata: "Rasulullah saw selalu merasa berdukacita dan selalu berfikir". Fitrahnya manusia, ketika bergembira amat jarang hatinya mengingati Allah swt. Hati yang banyak bergembira cenderung hatinya kepada hubbud dunya (cintakan dunia). Dan amatla rugi orang yg hatinya cinta kepada dunia dan seisinya sdg dunia itu bersifat FANA.

Tikamana dirimu diuji oleh Allah dengan kebaikan dunia, maka bersyukurlah pada nikmat kurniaNYA. Itu tandanya dirimu dalam pemerhatianNYA. Siapkan diri dengan iman dan taqwa, kerana itulah yang akan menjadi bentengmu daripada godaan syaitan dan nafsumu yang tidak ada istilah waktu untuknya melalaikanmu. Sungguh nafsu itulah yang paling hampir dengan dirimu. Maka, kalahkanlah ia dengan banyak memberi kerana Allah swt. Jikalau ujian Allah berupa kekayaan, banyakkanlah menghulur pada yang memerlukan. Sungguh kekayaan itu hanyalah pinjaman semata. Pemiliknya adalah yang kekal Abadi. Kita hanyalah insan faqir yang hanya menumpang Kesempurnaan sifat-sifatNYA. Jadikanlah barang pinjaman itu sebagai wasilah untuk engkau mendekatkan dirimu pada ALLAH swt. Sesiapa yang memberi pinjaman pada Allah (sedang Allah tidak memerlukan pinjaman) maka Allah akan memberikan pulangan yang berlipat ganda (qardan hasanah) hasil daripada apa yang dilakukannya..

Sekiranya ujian nikmat itu berupa darjat dan pangkat, maka ingatlah kekuasaanNYA dan AgungNYA Allah swt, supaya hatimu terhindar dari megah diri dan bongkak. Sekiranya ujian itu berupa kecantikan, ingatlah akan dirimu, kecantikan itu hanyalah sementara dan kecantikan itu hanyalah nilaian zahir bagi manusia. Sedang nilaian manusia itu hanyalah tidak lain hanya melalaikan dirimu dengan pujian. Jadikanlah dirimu begitu berharga dan bernilai di hadapan Allah swt. Baginda bersabda : “ Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa paras dan kekayaan kamu, tetapi melihat pada amal dan hati-hati kamu”.

Andai dirimu di uji dengan kesusahan hidup, tetapkan lah hatimu dan bersangka baiklah (husnu dzon) pada ALLAH s.w.t. Itu tandanya Allah rindu untuk mendengar luahan bicaramu. Allah amat suka mendengar bisikan-bisikan hati yang rindu kasih sayangNYA. Sedang dirimu di uji, Allah sebenarnya ingin memeliharamu dari sejuta keburukan. Ingatlah ikhwanku yang dikasihi Allah.. Setiap kesusahan itu akan diakhiri dengan kebaikan dan kemuliaan. Maka hendaklah engkau lapangkan dadamu dan bersyukur penuh redha agar kebaikan dunia akhirat itu menjadi penghuni hatimu. Moga kedukaan itu berganti dengan ketenangan, redho dan ikhlas dalam setiap apa yang berlaku lantaran husno dzonnya engkau pada ALLAH sw.t. Mulakanlah harimu dengan senyuman yang lidahnya sentiasa bertahmid memuji Allah swt, yang hatinya sentiasa mengingati Allah swt dan merasa bahagia sepanjang masa..

Jadilah orang yang bersyukur sewaktu menerima ujianNYA lebih-lebih lagi tika musibah menimpa. Itu tanda kasih sayang Allah swt padamu agar hatimu sentiasa bertaut padu dengan namaNYA. Usah mengeluh pada RahmatNYA, sekalipun ujian musibah menjadi tamu hidupmu.. Insafilah dan hayatilah simbolik kesusahan hidup yang menimpamu. Allah lebih Maha Mengetahui sedang kita sedikitpun tidak mengetahui. Serahkanlah kehidupanmu sepenuhnya pada Allah swt. Pasti suatu hari nanti, dirimu akan tersenyum syukur dan bahagia atas ketentuanNYA.. dan barulah engkau mengetahui itulah yang terbaik untuk dirimu. ..
SubhanALLAH walHamdulillah.. ^_^

..:: Tenang Bila Melihatnya ::..


p/s : seronok tengok anak-anak ni... Semoga menjadi mata-mata rantai perjuangan ISLAM. Anak-anak soleh dan solehah idaman hati.

..:: TAHNIAH ::..


KHAIRUL BARIYAH BT ABDUL HALIM


dan pasangan


NIZAMUDDIN BIN ALIAS


pada tarikh

18 MAC 2010 (KHAMIS) bersamaan 2 RABI'UL AKHIR 1431H

di alamat

LOT 1122, KG KEDAI LALAT (KOTA JEMBAL)
16150 KOTA BHARU, KELANTAN

Saturday, February 20, 2010

..:: Keajaiban Azan ::..

Monday, February 15, 2010

..:: Valentine's Day?::..

Cinta adalah sebuah kata yang indah dan mempesona yang hingga sekarang belum ada yang bisa mendefinisikan kata cinta itu sendiri. Meskipun demikian setiap insan yang memiliki hati dan pikiran yang normal tahu apa itu cinta dan bagaimana rasanya. Maha suci Dzat Yang telah menciptakan cinta.

Jika kita berbicara tentang cinta, maka secara hakikat kita akan berbicara tentang kasih sayang; jika kita berbicara tentang kasih sayang, maka akan terbetik dalam benak kita akan suatu hari yang setiap tahunnya dirayakan, hari yang selalu dinanti-nantikan oleh orang-orang yang dimabuk cinta, dan hari yang merupakan momen terpenting bagipara pemuja nafsu.

Sejenak membuka lembaran sejarah kehidupan manusia, maka disana ada suatu kisah yang konon kabarnya adalah tonggak sejarah asal mula diadakannya hari yang dinanti-nantikan itu. Tentunya para pembaca sudah bisa menebak hari yang kami maksud. Hari itu tak lain dan tak bukan adalah “Valentine Days” (Hari Kasih Sayang?).

Definisi Valentine Days
______________________________________________________________

Para Pembaca yang budiman, mari kita sejenak menelusuri defenisi Valentine Days dari referensi mereka sendiri! Kalau kita membuka beberapa ensiklopedia, maka kita akan menemukan defenesi Valentine di tiga tempat :

- Ensiklopedia Amerika (volume XIII/hal. 464) menyatakan, “Tanggal 14 Februari adalah hari
perayaan modern yang berasal dari dihukum matinya seorang pahlawan kristen yaitu Santo
Valentine pada tanggal 14 Februari 270 M”.

- Ensiklopedia Amerika (volume XXVII/hal. 860) menyebutkan, “Yaitu sebuah hari dimana
orang-orang yang sedang dilanda cinta secara tradisional saling mengirimkan pesan cinta dan
hadiah-hadiah. Yaitu hari dimana Santo Valentine mengalami martir (seorang yang mati
sebagai pahlawan karena mempertahankan kepercayaan/keyakinan)”.

- Ensiklopedia Britania (volume XIII/hal. 949), “Valentine yang disebutkan itu adalah seorang
utusan dari Rhaetia dan dimuliakan di Passau sebagai uskup pertama”.

Sejarah Singkat Valentine Days
____________________________________________________________________

Konon kabarnya, sejak abad ke-4 SM, telah ada perayaan hari kasih sayang. Namun perayaan tersebut tidak dinamakan hari Valentine. Perayaan itu tidak memiliki hubungan sama sekali dangan hari Valentine, akan tetapi untuk menghormati dewa yang bernama Lupercus. Acara ini berbentuk upacara dan di dalamnya diselingi penarikan undian untuk mencari pasangan. Dengan menarik gulungan kertas yang berisikan nama, para gadis mendapatkan pasangan. Kemudian mereka menikah untuk periode satu tahun, sesudah itu mereka bisa ditinggalkan begitu saja. Dan kalau sudah sendiri, mereka menulis namanya untuk dimasukkan ke kotak undian lagi pada upacara tahun berikutnya.

Sementara itu, pada 14 Februari 269 M meninggalkan seorang pendeta kristen yang bernama Valentine. Semasa hidupnya, selain sebagai pendeta ia juga dikenal sebagai tabib (dokter) yang dermawan, baik hati dan memiliki jiwa patriotisme yang mampu membangkitkan semangat berjuang. Dengan sifat-sifatnya tersebut, nampaknya mampu membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap penderitaan yang mereka rasakan, karena kezhaliman sang Kaisar.

Kaisar ini sangat membenci orang-orang Nashrani dan mengejar pengikut ajaran nabi Isa. Pendeta Valentine ini dibunuh karena melanggar peraturan yang dibuat oleh sang Kaisar, yaitu melarang para pemuda untuk menikah, karena pemuda lajang dapat dijadikan tentara yang lebih baik daripada tentara yang telah menikah. Valentine sebagai pendeta, sedih melihat pemuda yang mabuk asmara. Akhirnya dengan penuh keberanian, ia melanggar perintah sang Kaisar. Dengan diam-diam ia menikahkan sepasang anak muda.

Pendeta Valentine berusaha menolong pasangan yang sedang jatuh cinta dan ingin membentuk keluarga. Pasangan yang ingin menikah lalu diberkati di tempat yang tersembunyi. Namun rupanya, sang Kaisar mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh pendeta tersebut, dan kaisar sangat tersinggung hingga sang Pendeta diberi hukuman penggal oleh Kaisar Romawi yang bergelar Cladius II. Sejak kematian Valentine, kisahnya menyebar dan meluas, hingga tidak satu pelosok pun di daerah Roma yang tak mendengar kisah hidup dan kematiannya. Kakek dan nenek mendongengkan cerita Santo Valentine pada anak dan cucunya sampai pada tingkat pengkultusan !!

Ketika agama Katolik mulai berkembang, para pemimipin gereja ingin turut andil dalam peran tersebut. Untuk mensiasatinya, mereka mencari tokoh baru sebagai pengganti Dewa Kasih Sayang, Lupercus. Akhirnya mereka menemukan pengganti Lupercus, yaitu Santo Valentine.
Di tahun 494 M, Paus Gelasius I mengubah upacara Lupercaria yang dilaksanakan setiap 15 Februari menjadi perayaan resmi pihak gereja. Dua tahun kemudian, sang Paus mengganti tanggal perayaan tersebut menjadi 14 Februari yang bertepatan dengan tanggal matinya Santo Valentine sebagai bentuk penghormatan dan pengkultusan kepada Santo Valentine.

Dengan demikian perayaan Lupercaria sudah tidak ada lagi dan diganti dengan “Valentine Days”
Sesuai perkembangannya, Hari Kasih Sayang tersebut menjadi semacam rutinitas ritual bagi kaum gereja untuk dirayakan. Biar tidak kelihatan formal, mereka membungkusnya dengan hiburan atau pesta-pesta.

Hukum Islam tentang Perayaan Valentine Days
_____________________________________________________

Dalam Islam memang disyari’atkan berkasih sayang kepada sesama muslim, namun semuanya berada dalam batas-batas dan ketentuan Allah -Ta’ala- . Betapa banyak kita dapatkan para pemuda dan pemudi dari kalangan kaum muslimin yang masih jahil (bodoh) tentang permasalahan ini. Lebih parah lagi, ada sebagian orang yang tidak mau peduli dan hanya menuruti hawa nafsunya. Padahal perayaan Hari Kasih Sayang (Valentine Days) haram:

Tasyabbuh dengan Orang-orang Kafir

Hari raya –seperti, Valentine Days- merupakan ciri khas, dan manhaj (metode) orang-orang kafir yang harus dijauhi. Seorang muslim tak boleh menyerupai mereka dalam merayakan hari itu.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Ad-Dimasyqiy-rahimahullah- berkata, “Tak ada bedanya antara mengikuti mereka dalam hari raya, dan mengikuti mereka dalam seluruh manhaj (metode beragama), karena mencocoki mereka dalam seluruh hari raya berarti mencocoki mereka dalam kekufuran. Mencocoki mereka dalam sebagaian hari raya berarti mencocoki mereka dalam sebagian cabang-cabang kekufuran. Bahkan hari raya adalah ciri khas yang paling khusus di antara syari’at-syari’at (agama-agama), dan syi’ar yang paling nampak baginya. Maka mencocoki mereka dalam hari raya berarti mencocoki mereka dalam syari’at kekufuran yang paling khusus, dan syi’ar yang paling nampak.

Tak ragu lagi bahwa mencocoki mereka dalam hal ini terkadang berakhir kepada kekufuran secara global”.[Lihat Al-Iqtidho’ (hal.186)].
Ikut merayakan Valentine Days termasuk bentuk tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang kafir. Rasululllah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,


مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk kaum tersebut”. [HR. Abu Daud dalam Sunan-nya (4031) dan Ahmad dalam Al-Musnad (5114, 5115, & 5667), Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf (19401 & 33016), Al-Baihaqiy dalam Syu’ab Al-Iman (1199), Ath-Thobroniy dalam Musnad Asy-Syamiyyin (216), Al-Qudho’iy dalam Musnad Asy-Syihab (390), dan Abd bin Humaid dalam Al-Muntakhob (848). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Takhrij Musykilah Al-Faqr (24)].

Seorang Ulama Mesir,Syaikh Ali Mahfuzh-rahimahullah- berkata dalam mengungkapkan kesedihan dan pengingkarannya terhadap keadaan kaum muslimin di zamannya, “Diantara perkara yang menimpa kaum muslimin (baik orang awam, maupun orang khusus) adalah menyertai (menyamai) Ahlul Kitab dari kalangan orang-orang Yahudi, dan Nashrani dalam kebanyakan perayaan-perayaan mereka, seperti halnya menganggap baik kebanyakan dari kebiasaan-kebiasaan mereka.

Sungguh Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- dahulu membenci untuk menyanai Ahlul Kitab dalam segala urusan mereka…Perhatikan sikap Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- seperti ini dibandingkan sesuatu yang terjadi pada manusia di hari ini berupa adanya perhatian mereka terhadap perayaan-perayaan, dan adat kebiasaan orang kafir. Kalian akan melihat ,ereka rela meninggalkan pekerjaan mereka berupa industri, niaga, dan sibuk dengan ilmu di musim-musim perayaan itu, dan menjadikannya hari bahagia, dan hari libur; mereka bermurah hati kepada keluarganya, memakai pakaian yang terindah, dan menyemir rambut anaka-anak mereka di hari itu dengan warna putih sebagaimana yang dilakukan oleh Ahlul Kitab dari kalangan Yahudi, dan Nashrani.

Perbuatan ini dan yang semisalnya merupakan bukti kebenaran sabda Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- dalam sebuah hadits shohih, “Kalian akan benar-benar mengikuti jalan hidup orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta sehingga andai mereka memasuki lubang biawak, maka kalian pun mengikuti mereka”. Kami (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah mereka adalah orang-orang Yahudi, dan Nashrani”. Beliau menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka”. [HR. Al-Bukhoriy (3456) dari Abu Sa’id Al-Khudriy -radhiyallahu ‘anhu-]“.[Lihat Al-Ibda’ fi Madhorril Ibtida’ (hal. 254-255)]
Namun disayangkan, Sebagian kaum muslimin berlomba-lomba dan berbangga dengan perayaan Valentine Days. Di hari itu, mereka saling berbagi hadiah mulai dari coklat, bunga hingga lebih dari itu kepada pasangannya masing-masing. Padahal perayaan seperti ini tak boleh dirayakan.Kita Cuma punya dua hari raya dalam Islam. Selain itu, terlarang !!.

Pengantar Menuju Maksiat dan Zina

Acara Valentine Days mengantarkan seseorang kepada bentuk maksiat dan yang paling besarnya adalah bentuk perzinaan. Bukankah momen seperti ini (ValentineDays) digunakan untuk meluapkan perasaan cinta kepada sang kekasih, baik dengan cara memberikan hadiah, menghabiskan waktu hanya berdua saja? Bahkan terkadang sampai kepada jenjang perzinaan.
Allah -Subhanahu wa Ta’la- berfirman dalam melarang zina dan pengantarnya (seperti, pacaran, berduaan, berpegangan, berpandangan, dan lainnya),

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Isra’ : 32)
Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

لَايَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِاِمْرَأَةٍ إِلَّا مَعَ ذِيْ مَحْرَمٍ

“Jangan sekali-sekali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (4935), dan Muslim dalam Shohih-nya (1241)] .
Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

لَأَنْ يُطْعَنَ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يِمَسَّ امْرَأَةً لَاتَحِلُّ لَهُ

“Demi Allah, sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi, maka itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. [HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir (486). Di-shahih-kan oleh syaikh Al-Albany dalam Ash-Shahihah (226)]

Menciptakan Hari Rari Raya

Merayakan Velentine Days berarti menjadikan hari itu sebagai hari raya. Padahal seseorang dalam menetapkan suatu hari sebagai hari raya, ia membutuhkan dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena menetapkan hari raya yang tidak ada dalilnya merupakan perkara baru yang tercela. Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Siapa saja yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami sesuatu yang tidak ada di dalamnya, maka itu tertolak” [HR. Al-Bukhariy dalam Shahih -nya (2697)dan Muslim dalam Shahih -nya (1718)]
Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka amalan tersebut tertolak”. [HR. Muslim dalam Shahih -nya (1718)]

Allah -Ta’ala- telah menyempurnakan agama Islam. Segala perkara telah diatur, dan disyari’atkan oleh Allah. Jadi, tak sesuatu yang yang baik, kecuali telah dijelaskan oleh Islam dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Demikian pula, tak ada sesuatu yang buruk, kecuali telah diterangkan dalam Islam. Inilah kesempurnaan Islam yang dinyatakan dalam firman-Nya,
“Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. (QS.Al-Maidah :3 ).
Di dalam agama kita yang sempurna ini, hanya tercatat dua hari raya, yaitu: Idul Fitri dan Idul Adha. Karenanya, Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengingkari dua hari raya yang pernah dilakukan oleh orang-orang Madinah. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda kepada para sahabat Anshor,

قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُوْنَ فِيْهِمَا فِيْ الجَاهِلِيَةِ وَقَدْ أَبْدَلَكُمُ اللهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا: يَوْمَ النَّحَرِ وَيَوْمَ الْفِطْرِ

“Saya datang kepada kalian, sedang kalian memiliki dua hari, kalian bermain di dalamnya pada masa jahiliyyah. Allah sungguh telah menggantikannya dengan hari yang lebih baik darinya, yaitu: hari Nahr (baca: iedul Adh-ha), dan hari fithr (baca: iedul fatri)”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (1134), An-Nasa`iy dalam Sunan-nya (3/179), Ahmad dalam Al-Musnad (3/103. Lihat Shahih Sunan Abi Dawud (1134)] .

Syaikh Amer bin Abdul Mun’im Salim-hafizhahullah- berkata saat mengomentari hadits ini, “Jadi, Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- melarang mereka -dalam bentuk pengharaman- dari perayaan-perayaan jahiliyyah yang dikenal di sisi mereka sebelum datangnya Islam, dan beliau menetapkan bagi mereka dua hari raya yang sya’i, yaitu hari raya Idul Fithri, dan hari raya Idul Adh-ha. Beliau juga menjelaskan kepada mereka keutamaan dua hari raya ini dibandingkan peryaan-perayaan lain yang terdahulu “.[Lihat As-Sunan wa Al-Mubtada’at fi Al-Ibadat (hal.136), cet. Maktabah Ibad Ar-Rahman, 1425 H]

Sungguh perkara yang sangat menyedihkan, justru perayaan ini sudah menjadi hari yang dinanti-nanti oleh sebagian kaum muslimin terutama kawula muda. Parahnya lagi, perayaan Valentine Days ini adalah untuk memperingati kematian orang kafir (yaitu Santo Valentine). Perkara seperti ini tidak boleh, karena menjadi sebab seorang muslim mencintai orang kafir.

Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 51 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Dewan Redaksi : Santri Ma’had Tanwirus Sunnah – Gowa. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Dzikro. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201).

Sumber URL : http://almakassari.com/?p=231

Tuesday, January 26, 2010

..:: MAHASISWA PENDIDIK ::..












Friday, January 15, 2010

..:: Al-Fatihah Buat As-Syahid Mohd Fadhiri dan As-Syahid Faizol

Tidak mampu diri ini menulis dengan panjang lebar. Tapi pasti dan pasti roh perjuangan As-Syahid berdua tetap bersama... AL-FATIHAH


As-Syahid Mohd. Fadhiri bersama ibunya

Senyuman As-Syahid ketika bersama sahabat-sahabat dan sahabiah-sahabiah seperjuangan

As-Syahid Faizol

p/s: Insya ALLAH ana juga akan mengiringi As-syahid berdua.... As-Syahidah Nurulfazlina Ain (cita-citaku, tapi menanti waktunya)

ALLAHHUAKBAR!!!!!






Senarai Kitab-Kitab

1.Nasihat Agama Dan Wasiat Iman - Imam Habib Abdullah Alwi Al-Haddad dan diterjemahkan oleh Syed Ahmad Semait.

2.Dakwah Yang Sempurna Dan Peringatan Yang Utama - Imam Habib Abdullah Alwi Al-Hadad dan diterjemahkan oleh Syed Ahmad Semait.

3.Petunjuk Thariqat Ke Jalan Akhirat - Imam Al-Haddad diterjemahkan oleh Syed Ahmad Semait.

4.Peringatan Tentang Umur Insan - Imam Al-Haddad diterjemahkan oleh Syed Ahmad Semait.

5.Petunjuk Jalan Thariqat” - Imam Al Haddad dan diterjemahkan oleh Syed Ahmad Semait.

6.Ar-Risalah karya Imam al-Qusyairi

7.Az Zubad karya tulis Syeikh Ibnu Ruslan

8.Al Minhaaj karya tulis Imam Nawawi

9.Awarifu al-Ma’arif karya tulis Imam al-Saharwurdi

10.Iljamul 'awam oleh AL Imam Ghazali.

11.Irsyadul Anam Fi Tarjamati Arkanil Islam oleh Al Habib Usman bin Abdullah bin ‘Aqil bin Yahya Al Alawi Al Husaini.

12.Keutamaan Keluarga Rasulullah saw oleh K.H Abdullah bin Nuh

13.Perhiasan Bagus oleh Al Habib Usman bin Abdullah bin ‘Aqil bin Yahya Al Alawi Al Husaini.

14.Thariqah Bani Alawi oleh Habib Novel bin Muhammad Al Idrus.

15.Riyaadhus Shaalihiin karya Imam Muhyiddin Abu Zakaria an-Nawawi.

16.Jalan Nan Lurus : Sekilas Pandang Tarekat Bani 'Alawi oleh Ustaz Novel @ Naufal bin Muhammad al-'Aydru.



Sajak Pemilik Diri

Ya Tuhan pemilik kekuasaan
Memberi kekuasaan menganugerah kejayaan
Memuliakan hamba dengan keimanan
Di tanganMu segala kebaikan dan kekayaan

Engkau menabir siang dan malam
Menerbitkan yang hidup dari yang mati
Kembangkan Lembayung rahmatMu
Kepada kami insan yang memerlukan

Ya Tuhan tautkan hati kami dengan kemanisan iman
Kekalkan kemesraan dalam kehidupan
Jalinkan ukhuwah sesama insan
Lapangkan hati kami dengan limpah keyakinan

Ya Tuhan dengarlah rintihan hambaMu
Berserah jiwa dan raga untukMu
Demi agama, bangsa dan UmatMu
Kuatkan, tabahkan hati menyanjung syariatMu


Mujahid Setia

Bangkitlah mujahid bangkitlah

Rapatkan barisan rapatkan

Hayunkanlah langkah perjuangan

Mati syahid atau hidup mulia



Siapkan dirimu siapkan

Gentarkan musuhmu gentarkan

Takkan pernah usai pertarungan

Hingga ajalkan menjelang



Henyakkan rasa takut dan gentar

Walau ragakan meregang nyawa

Kerna Allah telah janjikan syurga

Untukmu MUJAHID SETIA

  © Blogger templates 'Neuronic' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP